comitalk comitalk1 comitalk2

Kelompok Grafis Fikom (KGF) menyelenggarakan seminar dan mini-workshop komik bertajuk “ComiTalk 2016: Semua Orang Bisa Bikin Komik” di Unpad Training Center, Minggu (9/10). Tiga komikus populer Indonesia yakni Mukhlis Nur (Only Human dan Inheritage), Sweta Kartika (Grey & Jingga dan Nusantaranger), serta Adelia Maghfira (comik strip di akun instagram @maghfirare) menjadi pembicara dalam seminar yang diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai usia ini.

Acara ini diselenggarakan atas tingginya antusiasme pembaca komik Indonesia yang kian meningkat setiap tahun. Selain itu, saat ini jumlah komikus Indonesia terus bertambah dan bahkan sudah bisa dijadikan sebagai profesi utama bagi sebagian komikus, misalnya Mukhlis Nur dan Sweta Kartika. Kedua komikus ini berpendapat, jika berkarya melalui komik dikerjakan dengan hati dan tujuan yang baik, maka bukan tidak mungkin jika komik yang dihasilkan akan membawa keuntungan secara finansial. Untuk itu, peserta seminar dan mini-workshop ini tidak hanya mendapatkan ilmu mengenai cara membuat komik, tetapi juga tentang bagaimana mempublikasikan dan memasarkan karya mereka melalui media sosial.

Dalam seminar yang dimulai pada pukul 9 pagi ini, ketiga komikus bebagi pengalaman mereka sebagai komikus, serta memberikan tips dan saran bagi calon komikus yang ingin mempublikasikan karya mereka. Setelah itu, dalam sesi mini-workshop, seluruh peserta ditantang untuk membuat komik strip secara berkelompok dengan genre horor, tragedi, dan romansa. Peserta hanya diberikan waktu singkat untuk menyelesaikan komik strip, hal ini bertujuan untuk melatih peserta pada ketatnya deadline yang dihadapi komikus sehari-hari.

Menurut Fildzah Nur Fadhilah, Ketua Pelaksana Comitalk 2016, ComiTalk diadakan dengan maksud untuk ‘menyirami’ bibit-bibit komikus di Indonesia, terutama Bandung. “Melihat kepopuleran Webtoon Indonesia dan suksesnya acara Pasar Komik Bandung (Pakoban), kami berasumsi bahwa potensi komik Bandung cukup besar, tetapi banyak yang terkendala dengan konsistensi dan semangat berkarya. Saya sendiri ingin menjadi komikus dan saya merasakan hambatan tersebut. Untuk itu, kami dari KGF berusaha untuk menyampaikan melalui acara ini bahwa jadi komikus itu tidak instan, butuh perjuangan,” ujar mahasiswi program studi Manajemen Komunikasi tersebut.

Ia juga berharap, setelah Comitalk terselenggara, para peserta akan memiliki semangat baru untuk berkarya. “Kami ingin para peserta mendapat inspirasi dan semangat baru setelah mendengar apa yang disampaikan oleh komikus pembicara. Kami harap, pulang dari acara ini, mereka akan membuat karya yang disukai orang dan konsisten melanjutkannya. Harapan besar kami, semoga industri komik Indonesia semakin maju.”

Komik Indonesia Kian Berkembang

Dalam beberapa tahun terakhir, komik hasil karya komikus Indonesia makin berkembang, kata Mukhlis Nur, penulis komik berjudul Only Human dan Inheritage.

“Sekarang sudah mulai jadi pengetahuan yang umum bahwa komik indonesia itu ada. Kalau jaman saya dulu masih banyak yang belum tahu kalo komik indonesia itu sudah ada,” Kata Mukhlis.

Menurut Mukhlis, saat ini sudah banyak penerbit yang berani menerbitkan komik-komik Indonesia dengan angka penjualan yang juga terus meningkat. Saat ini komikus Indonesia juga sudah bersaing dengan komikus lain untuk menerbitkan karyanya. Selain melalui jalur penerbitan, komikus saat ini juga banyak yang menggunakan media sosial dalam mempublikasikan komiknya.

“Lewat media sosial kita jadi lebih mudah promosi. Dulu karena tidak ada media sosial, orang mengandalkan melihat di toko buku. Bahkan sekarang tidak harus dari penerbit, sebagai indie pun lebih gampang,” Kata dia.

Penikmat komik Indonesia datang dari usia yang beragam. Jika dulu kebanyakan komik yang beredar dikhususkan untuk pembaca remaja, saat ini sudah banyak komik Indonesia untuk pembaca anak-anak dan dewasa.

Mukhlis memproyeksikan, komik Indonesia ke depannya akan mulai banyak berintegrasi dengan media lain seperti games, film, dan animasi. Sedangkan tantangan yang dihadapi komikus Indonesia saat ini adalah bersaing dari segi ciri khas, sebab jumlah komik Indonesia yang semakin banyak menuntut mereka untuk bisa tampil beda dan dikenal pembaca.

“Harapan saya (industri komik Indonesia) bisa lebih stabil karena sekarang kita masih di awal-awal perkembangan. Dari segi ekonomi finansial dan bisnis mungkin kita masih baru berkembang. Masih menunggu suatu saat industri komik di Indonesia mapan dan bisa berintegrasi dengan industri lain, seperti di Jepang misalnya. Dan ke depannya menjadi sebuah industri kreatif yang berkesinambungan,” Kata penulis komik Only Human yang memenangkan penghargaan Bronze Award dalam International Manga Award ke-8. [Putri B.S.]

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>